Satnite yang begitu panjang,
masih ku lihat raut wajah letih di jiwa lemah beliau,
tergambar jelas olehnya goresan luka pada kedua sudut lengan,
kedua ujung dalam tungkai bawah,
bekas keluarnya darah yang terbuka dikepala,
mata sayu beliau,
bekas keluarnya darah yang terbuka dikepala,
mata sayu beliau,
Baru aku sadar,
begitu kuat nya beliau,
sampai dalam keadaan seperti itupun
beliau hanya diam dan tersenyum :')
menanti anak-anak yang beliau besarkan dengan kerja keras,
keringat kecut, tenaga usang, dengan segala daya
untuk kebahagiaan anak-anak nya
Entah mengapa,
air mata sering menetes
ketika menatap beliau terbaring lemah
dengan suntikan jarum infus dan selang di tubuhnya,
aku terlampau takut dengan imaji
yang mengingatkan aku
bahwa beliau sudah renta,
renta,
termakan waktu
lemah,
lemah terkoyak kerasnya hidup,
Sedang apa yang sudah aku perbuat? :'(
belum apa-apa
dalam do'a aku berharap,
berharap aku bisa mempersembahkan toga nanti,
terkhusus untuk beliau,
membuat beliau tersenyum bahagia,
membuat beliau merasakan buah kerja kerasnya selama ini,
Jika mampu,
aku akan terus berdo'a,
aku ingin selalu melihat senyummu orang tuaku
berada dalam setiap naungan nasehat-nasehat kalian
yang terkadang teracuhkan
namun selalu aku tunggu,
Aku ingin kalian bahagia, :') {}
Kudus Dua Puluh Delapan Maret 2014
22:44
Tidak ada komentar:
Posting Komentar